Rss Digg Twitter Delicious Facebook Stumbleupon

Jumat, 31 Desember 2010

Analisis SWOT

          Strategi berasal dari bahasa Yunani “Strategos”, yang berasal dari kata “Stratos” yang berarti militer dan “ag” yang berarti memimpin. Pada awalnya strategi berdasarkan analisis swot digunakan dalam bidang militer dan bisnis untuk memetakan strategi pergerakan kedepan dan upaya mengantisipasi kerugian yang terjadi dengan mengusahakan kekuatan dan peluang yang dimiliki.
        Dalam pemetaan strategi dengan menggunakan analisis SWOT maka diperlukan pemahaman dari seluruh informasi yang ada dan yang terjadi dalam sebuah studi kasus serta adanya tingkat analisis kondisi untuk dapat mengetahui dan berfikir secara mendalam tentang isu atau permasalahan yang sedang terjadi sehingga dapat dilakukan pengambilan sebuah keputusan tentang sebuah tindakan yang akan dilakukan secara tepat dengan .
          Analisis SWOT merupakan salah satu bentuk pendekatan yang bersifat action oriented dengan memiliki ciri khas yaitu pengklasifikasian dan memperhitungkan dua sisi pandangan utama tentang factor internal berupa kekuatan dan kelemahan yang dimiliki serta factor eksternal berupa ancaman dan peluang yang dapat terjadi. Secara garis bersar Fungsi dari analisis SWOT merupakan :
  •  Memberikan gambaran tentang permasalahan yang perlu diindikasikan untuk keperluan tertentu.
  •  Menganalisis hubungan antar permasalahan.
  •  Memberikan skenario keadaan sekarang dan masa yang akan datang
 
SWOT merupakan sebuah singkatan dari factor-faktor yang mendukkung analisis ini yaitu strengths (kekuatan-kekuatan), weaknesses (kelemahan-kelemahan), opportunities (peluang-peluang) dan threats (ancaman-ancaman).

  • Kekuatan (strengths)  adalah sumber daya, keterampilan atau keunggulan lain relatif terhadap pesaing dan kebutuhan dari pasar suatu perusahaan (Amin W.T, 1994:75).
  • Kelemahan (weaknesses) adalah keterbatasan/kekurangan dalam sumber daya alam, keterampilan dankemampuan yang secara serius menghalangi kinerja efektif suatu perusahaan (Amin W.T, 1994:75).
  • Peluang (opportunities) adalah situasi/kecenderungan utama yang menguntungkan dalam lingkungan perusahaan (Amin W.T, 1994:74)
  • Ancaman (threats) adalah situasi/kecenderungan utama yang tidak menguntungkan dalam lingkungan perusahaan (Amin W.T, 1994:74)

Kuadran SWOT dapat lihat pada gambar di bawah ini :


Berdasarkan analisis SWOT dengan menggunakan matriks TOWNS yang memiliki klasifikasi sebagai berikut :
1.      Strategi SO yaitu gunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang
2.      Strategi WO yaitu tanggulangi kelemahan dengan memanfaatkan peluang
3.      Strategi ST yaitu gunakan kekuatan untuk menghindari ancaman
4.      Strategi WT yaitu meminimalkan kelemahan dan hindari ancaman.

Internal


Eksternal
S
W
O
Strategi SO dimana Memakai kekuatan untuk memanfaatkan peluang
Strategi WO diaman menanggulangi kendala/kelemahan dengan memanfaatkan peluang
T
Strategi ST dimana memakai kekuatan untuk mengatasi ancaman/ tantangan
Strategi WT dimana memperkecil kelemahan dan mengatasi tantangan/ ancaman
 

Sabtu, 25 Desember 2010

Segenggam Nilai Idealisme Milik Bangsa ku....


Segenggam nilai idealism yang sering digambarkan oleh mereka yang beruntung memperoleh pendidikan dan pengetahuan yang tinggi. Sifat idealism yang idealnya seharusnya membuat seseorang semakin merunduk dan mau berbagi dengan orang-orang sekelilingnya tentang pengetahuan ternyata saat ini sebagian besar hanya menjadi sebuah isapan jempol belaka. Perdebatan demi perdebatan terjadi hanya untuk mencari siapa yang paling hebat, entah apa yang ada dipikiran mereka, entah seberapa tingkat kesadaran bahwa ini hanya merupakan sebagian kecil pengetahuan yang di sediakan Allah di muka bumi ini,  pengetahuan-pengetahuan yang seharusnya menjadikan kita semakin dekat kepadaNya,,, semua orang dengan keyakinannya masing-masing itu sesuatu hal yang niscaya bahkan ketika ia dalam keadaan ragu sekalipun ia tetap berada dalam sebuah keyakinan bahwa ia dalam keadaan ragu. Ketika di ibaratkan menjadi sebuah pohon, pengetahuan-pengetahuan itu tidak lebih dari sebuah ranting-ranting kecil yang menempel pada batang pohon yang bisa dianalogikan sebagai ilmu.
Bagi manusia kecerdasan adalah sesuatu yang kontekstual. Tetapi sampai detik ini system pendidikan masih tetap memparsialkan semuanya antara kemampuan kognitif, psikomootorik dan afektif. Ketika seorang guru di perhadapkan sebuah pertanyaan bahwa siapa yang paling cerdas antara siswa bureng atau captain basket maka dengan spontan sebagian besar guru akan menjawab siswa bureng. (film 3 idiots mungkin baik untuk pembelajaran).
Bhineka Tunggal Ika, biar berbeda-beda tetapi satu jua,, sebuah semboyan di negeriku yang menggambarkan keanekaragaman yang dimiliki oleh negeriku tetapi semuanya itu tetap satu. Mungkin dari tiap pulau ke pulau lain tidak menggambarkan perpecahan dalam negeriku, tetapi perpecahan itu terjadi dalam komunitas individu. Perbedaan-perbedaan dalam sebuah komunitas itu merupakan sesuatu yang niscaya tetapi kenapa justru hal ini kadang membuat orang untuk saling negative thinking ? saling berpikir bahwa pemikiran mereka adalah yang benar, perasaan mereka adalah yang paling benar tanpa berpikir gimana orang lain. Jadi teringat dengan sebuah buku yang pernah diberikan oleh salah seorang seniorku yang menggambarkan tentang system transportasi yang ada di negeriku Indonesia, kemacetan terjadi dimana-mana, bukan hanya disebabkan oleh banyaknya kendaraan yang melampaui kapasitas jalan tetapi juga disebabkan oleh tingkah pola manusia yang tidak tertib dengan peraturan pemerintah. Ketika kita yang terjebak macet, berbagai macam amarah di keluarkan untuk yang menyebabkan macet tetapi kita tidak pernah sadar bahwa pada waktu yang berlainan, kita dengan cueknya juga adalah penyebab kemacetan.. semua merasa paling betul,, ini lah negeriku…
Ketika terjadi kesenjangan social dengan klasifikasi tingkat perekonomian yang semakin marak dimana kemiskinan dianggap sebagai sebuah lingkaran setan yang sudah menjadi takdir dan tidak perlu untuk digubris,, dalam system perdagangan pedagang-pedagang kaki lima dianggap sebagai sebuah aib dalam sebuah tata perkotaan tetapi ketika kita lebih melihat keadaan sebenarnya justru sebaliknya,, pembangunan demi pembangunan dilakukan tanpa  memperhatikan kondisi lingkungan dengan bahasa pembenaran kesejahteraan masyarakat. Pembangunan pusat-pusat perbelanjaan yang tidak terkontrol malah seakan tidak digubris oleh pemerintah. Padahal yang paling banyak mendatangkan keuntungan adalah pedagang kaki lima dengan pajak yang dipungut dari mereka. Sungguh ironi, hanya dengan penampilan pemerintah sudah dapat mengambil keputusan, uang dapat membeli idealism.
Berbagai macam identitas kota dihilangkan, peninggalan-peninggalan sejarah di binasakan dan dibangun dengan bangunan-bangunan serba modern yang tidak lebih dari sebuah contekan dari Negara lain. Bangunan-bangunan sejarah di hancurkan dengan alasan pembersihan kota dan demi kemajuan kota kearah yang lebih modern, kebudayaan leluhur ditanggalkan demi mendapat derajat wajah kota yang sama dengan Negara-negara maju.
Kenakalan dan keingintahuan para mahasiswa dianggap sebagai sebuah hal yang mengancam stabilitas pemerintahan,, yang tua yang boleh berfikir begitulah kira-kira.. system demokrasi yang diterapkan hanyalah sebuah symbol saja dimana di dengung-dengungkan bahwa rakyat adalah raja tetapi kenyataannya rakyat adalah korban idealism para penguasa untuk kepentingan diri sendiri. Tindak kejahatan terjadi dimana-mana, tetapi hal ini tidak sepenuhnya bias disalahkan karena tingkat kesejahteraan masyarakat yang kurang.. hegemoni masyarakat terjadi dimana-mana, entah dimana perasaan semua para pejabat yang melihat di media-media bahwa di negeri yang kaya akan hasil alam ini ada segelintir masyarakat yang kelaparan.
Negeri ku semakin terpuruk dengan idealism yang justru memporak porandakan negeri ini. idealisme yang slalu dibangga-banggakan, tetapi semuanya dapat dibeli dengan uang, entah apa lagi yang bisa ku gambarkan, hegemoni demi hegemoni dilakukan untuk masyarakat kalangan bawah yang tidak mengerti akan dunia perpolitikan, mungkin masyarakat kita saat ini sangat membutuhkan sebuah pembelajaran tentang arti dari sebuah politik yang dapat baik sewaktu-waktu tetapi dalam hitungan detik dapat menjadi ular yang berbisa yang siap untuk menerkam siapa saja.
Bencana demi bencana terjadi di negeriku, rasa prihatin dari berbagai kalangan terlihat bahkan pemanfaatan kondisi ini untuk nama baik golongan tertentu pun ada, posko-posko di dirikan di tempat pengungsian dimana-mana dengan spanduk-spanduk iklan yang bertebaran dimana-mana hanya ingin memunculkan paradigma bahwa produk ini baik dan peduli sesame, artis-artis datang menjenguk dan menyumbang semuanya di ekspos ke media untuk diketahui seluruh masyarakat tetapi bukankah ketika kita memberi dengan tangan kanan, tangan kiri tidak perlu tahu ?? hal ini kayaknya sudah menjadi angin lalu di negeriku.
Saya jadi teringat ketika berkunjung ke Hong Kong University, ada sebuah kotak amal yang diperuntukkan untuk bencana yang terjadi di negeriku, tetapi kenapa kemudian kita peduli kepada orang-orang sebangsa kita sama seperti negara lain yang peduli kepada kita pada saat ada musibah massal yang menimpa masyarakat, tidak ada yang special dari sebuah rasa kebersamaan sebagai saudara sebangsa.
Musibah demi musibah terjadi di negeri ini secara beruntun, tetapi coba kita sisihkan beberapa menit untuk merenung tentang musibah-musibah ini, maka boleh jadi ini merupakan teguran dari Allah tentang kehidupan kita yang telah jauh menyimpang. Berikut daftar bencana yang terjadi di negeri ini. Tanggal 26 Agustus 1883 Gunung Krakatau meletus dengan dahsyat. Tanggal 26 Desember 2004 terjadi Tsunami di Aceh. Tanggal 26 Mei 2006 Gunung Merapi meletus, Tanggal 26 Juni 2010 terjadi gempa di Tasikmalaya, dan tanggal 26 Oktober 2010 Gunung Merapi meletus kembali. Secara keseluruhan terjadi pada tanggal 26, coba kita samakan dengan surah 26 yaitu Asy Syu’ara yang ada dalam kitab suci Al-Qur’an.
Pokok dan isi Surat Asy Syu'ara:
1.       Keimanan: Jaminan ALLAH akan kemenangan perjuangan rasul- rasul-Nya dan keselamatan mereka. Al Quran benar- benar wahyu ALLAH yang dibawa turun ke dunia oleh Malaikat Jibril a.s. (Ruuhul amiin); hanya ALLAH yang wajib disembah.
2.       Hukum-hukum: Keharusan memenuhi takaran dan timbangan; larangan mengubah syair yang berisi cacian-cacian, khurafat- khurafat, dan kebohongan-kebohongan.
3.       Kisah-kisah: Kisah-kisah Nabi Musa a.s. dengan Fir'aun; kisah Nabi Ibrahim a.s. dengan kaumnya; kisah Nabi Nuh a.s. dengan kaumnya; kisah Nabi Shaleh a.s. dengan kaumnya (Tsamud); kisah Nabi Hud a.s. dengan kaumnya (Ad), kisah Nabi Luth a.s. dengan kaumnya; kisah Nabi Syu'aib a.s. dengan penduduk Aikah.
4.       Dan lain-lain: Kebinasaan suatu bangsa atau umat disebabkan mereka meninggalkan petunjuk-petunjuk agama; tumbuh-tumbuhan yang beraneka ragam dan perobahan-perobahannya adalah bukti adanya Tuhan Yang Maha Esa; petunjuk-petunjuk ALLAH bagi pemimpin agar berlaku lemah lembut terhadap pengikut-pengikutnya; turunnya kitab Al Quran dalam bahasa Arab sudah disebut dalam kitab- kitab suci dahulu.

Wallahualam...
Referensi :


Surat Dari Palestina...



melihat-lihat situs perkembangan dunia tidak sengaja membuka situs kabar indonesia tentang sebuah surat yang ditujukan untuk negeriku,, terhenyak dan meringis dalam hati tentang kenikmatan akan rasa aman yang saat ini ku lalui dibandingkan dengan saudara-saudaraku seiman yang ada di belahan bumi timur tengah...
Untuk saudaraku di Indonesia. Saya tidak tahu, mengapa saya harus menulis dan mengirim surat ini untuk kalian di Indonesia. Namun jika kalian tetap bertanya kepadaku, kenapa? Mungkin satu-satunya jawaban yang saya miliki adalah karena Negeri kalian berpenduduk Muslim terbanyak di punggung bumi ini, bukan demikian, saudaraku?
Di saat saya menunaikan ibadah haji beberapa tahun silam, ketika pulang dari melempar jumrah, saya sempat berkenalan dengan salah seorang aktivis dakwah dari jamaah haji asal Indonesia. Dia mengatakan kepadaku, setiap tahun musim haji ada sekitar 205 ribu jamaah haji berasal dari Indonesia datang ke Baitullah ini. Wah, sungguh jumlah angka yang sangat fantastis dan membuat saya berdecak kagum.
Lalu saya mengatakan kepadanya, saudaraku, jika jumlah jamaah haji asal GAZA sejak tahun 1987 sampai sekarang digabung, itu belum bisa menyamai jumlah jamaah haji dari negeri kalian dalam satu musim haji saja. Padahal jarak tempat kami ke Baitullah lebih dekat dibanding kalian.  Wah, pasti uang kalian sangat banyak yah? Apalagi menurut sahabatku itu ada 5 % dari rombongan tersebut yang menunaikan ibadah haji untuk yang kedua kalinya, Subhanallah.
Wahai saudaraku di Indonesia. Pernah saya berkhayal dalam hati, kenapa saya dan kami yang ada di GAZA ini, tidak dilahirkan di negeri kalian saja. Wah, pasti sangat indah dan mengagumkan. Negeri kalian aman, kaya dan subur, setidaknya itu yang saya ketahui tentang negeri kalian.
Pasti para ibu-ibu di sana amat mudah menyusui bayi-bayinya, susu formula bayi pasti dengan mudah kalian dapatkan di toko-toko dan para wanita hamil kalian mungkin dengan mudah bersalin di rumah sakit yang mereka inginkan.
Ini yang membuatku iri kepadamu saudaraku, tidak seperti di negeri kami ini. Anak-anak bayi kami lahir di tenda-tenda pengungsian. Bahkan tidak jarang tentara Israel menahan mobil ambulan yang akan mengantarkan istri kami melahirkan di rumah sakit yang lebih lengkap alatnya di daerah Rafah sehingga istri-istri kami terpaksa melahirkan di atas mobil.

Susu formula bayi adalah barang yang langka di GAZA sejak kami diblokade dua tahun lalu. Namun isteri kami tetap menyusui bayi-bayinya dan menyapihnya hingga dua tahun lamanya, walau terkadang untuk memperlancar ASI mereka, isteri kami rela minum air rendaman gandum.
Namun, mengapa di negeri kalian, katanya tidak sedikit kasus pembuangan bayi yang tidak jelas siapa ayah dan ibunya, terkadang ditemukan mati di parit-parit, di selokan-selokan dan di tempat sampah, itu yang kami dapat dari informasi televisi.
Yang membuat saya terkejut dan merinding, ternyata negeri kalian adalah negeri yang tertinggi kasus abortusnya untuk wilayah ASIA, Astaghfirullah. Ada apa dengan kalian? Apakah karena di negeri kalian tidak ada konflik bersenjata seperti kami di sini, sehingga orang bisa melakukan hal hina tersebut? Sepertinya kalian belum menghargai arti sebuah nyawa bagi kami di sini.
Memang hampir setiap hari di GAZA sejak penyerangan Israel, kami menyaksikan bayi-bayi kami mati. Namun, bukanlah di selokan-selokan, atau got-got apalagi di tempat sampah. Mereka mati karena serangan roket tentara Israel.
Kami temukan mereka tak bernyawa lagi di pangkuan ibunya, di bawah puing-puing bangunan rumah kami yang hancur oleh serangan roket tentara Israel. Saudaraku, bagi kami nilai seorang bayi adalah aset perjuangan perlawanan kami terhadap penjajah Yahudi. Mereka adalah mata rantai yang akan menyambung perjuangan kami memerdekakan negeri ini.
Perlu kalian ketahui, sejak serangan Israel tanggal 27 Desember 2009 kemarin, saudara-saudara kami yang syahid sampai 1400 orang, 600 diantaranya adalah anak-anak kami, namun sejak penyerangan itu pula sampai hari ini, kami menyambut lahirnya 3000 bayi baru di jalur Gaza, dan Subhanallah kebanyakan mereka adalah anak laki-laki dan banyak yang kembar, Allahu Akbar!
Wahai saudaraku di Indonesia. Negeri kalian subur dan makmur, tanaman apa saja yang kalian tanam akan tumbuh dan berbuah, namun kenapa di negeri kalian masih ada bayi yang kekurangan gizi, menderita busung lapar. Apa karena kalian sulit mencari rezeki di sana? Apa negeri kalian sedang diblokade juga?
Perlu kalian ketahui, saudaraku, tidak ada satu pun bayi di Gaza yang menderita kekurangan gizi apalagi sampai mati kelaparan, walau sudah lama kami diblokade.
Kalian terlalu manja! Saya adalah pegawai Tata Usaha di kantor pemerintahan Hamas.  Selama tujuh bulan ini, gaji bulanan belum saya terima, tapi Allah SWT yang akan mencukupkan rezeki untuk kami.
Perlu kalian ketahui pula, bulan ini saja ada sekitar 300 pasang pemuda baru saja melangsungkan pernikahan. Yah, mereka menikah di sela-sela serangan agresi Israel. Mereka mengucapkan akad nikah, di antara bunyi letupan bom dan peluru, saudaraku. Perdana Menteri kami, yaitu Ust Isma'il Haniya memberikan santunan awal pernikahan bagi semua keluarga baru tersebut.
Wahai Saudaraku di Indonesia. Terkadang saya pun iri, seandainya saya bisa merasakan pengajian atau halaqoh pembinaan, seperti yang diceritakan teman saya tersebut.  Program pengajian kalian pasti bagus bukan, banyak kitab mungkin yang telah kalian baca, dan buku-buku pasti kalian telah lahap, kalian pun sangat bersemangat.  Itu karena kalian punya waktu.
Kami tidak memiliki waktu yang banyak di sini. Satu jam, yah satu jam itu adalah waktu yang dipatok untuk kami di sini untuk halaqoh, setelah itu kami harus terjun langsung ke lapanagn jihad, sesuai dengan tugas yang telah diberikan kepada kami.
Kami di sini sangat menanti-nantikan hari halaqoh tersebut walau cuma satu jam.  Tentu kalian lebih bersyukur, kalian lebih punya waktu untuk menegakkan rukun-rukun halaqoh, seperti ta'aruf, tafahum dan takaful di sana.
Hafalan antum pasti lebih banyak dari kami. Semua pegawai dan pejuang Hamas di sini wajib menghafal surat Al Anfaal sebagai nyanyian perang kami, saya menghapal di sela-sela waktu istirahat perang, bagaimana dengan kalian?
Akhir Desember kemarin, saya menghadiri acara wisuda penamatan hafalan 30 juz anakku yang pertama, ia di antara 1000 anak yang tahun ini menghafal Quran. Umurnya baru 10 tahun, saya yakin anak-anak kalian jauh lebih cepat menghafal al-quran daripada anak-anak kami di sini.  Di Gaza tidak ada SDIT seperti di tempat kalian, yang menyebar seperti jamur sekarang.
Mereka belajar di antara puing-puing reruntuhan gedung yang hancur, yang tanahnya sudah diratakan, di atasnya diberi beberapa helai daun pohon kurma.  Di tempat itulah mereka belajar.  Bunyi suara setoran hafalan al-quran mereka bergemuruh di antara bunyi-bunyi senapan tentara Israel? Ayat-ayat Jihad paling cepat mereka hafal karena memang di depan mereka tafsirnya. Langsung mereka rasakan.
Wahai Saudaraku di Indonesia. Oh, iya, kami harus berterima kasih kepada kalian semua, melihat aksi solidaritas yang kalian perlihatkan kepada masyarakat dunia. Kami menyaksikan demo-demo kalian di sini. Subhanallah, kami sangat terhibur, karena kalian juga merasakan apa yang kami rasakan di sini.
Memang banyak masyarakat dunia yang menangisi kami di sini, termasuk kalian di Indonesia. Namun, bukan tangisan kalian yang kami butuhkan, saudaraku.  Biarlah butiran air matamu adalah catatan bukti nanti di akhirat yang dicatat Allah sebagai bukti ukhuwah kalian kepada kami. Doa-doa kalian dan dana kalian telah kami rasakan manfaatnya.
Oh, iya hari semakin larut, sebentar lagi adalah giliran saya untuk menjaga kantor, tugasku untuk menunggu jika ada telepon dan faks yang masuk.  Insya Allah, nanti saya ingin sambung dengan surat yang lain lagi. Salam untuk semua pejuang-pejuang Islam di Indonesia. (*)
Akhhuka.....Abdullah (Gaza City, 1430 H)
Referensi

Kamis, 23 Desember 2010

Renungan....

Jangan pernah tanyakan apa agamaku…
Ketika pertanyaan itu dilontarkan dan sebuah nama yang ku sebut…
Aku begitu takut akan ada interpretasi makna yang berbeda dengan yang ada dalam hati ku….

Dia adalah Maha Segalanya…

Ketika segala macam pertanyaan dilontarkan untuk menanyakan keberadaanMu..
Diriku hanya mampu duduk merenung dengan segala keterbatasanku tentang segala kekuasaanMu
Tanpa pertanyaan-pertanyaan itu Engkau akan selalu ada…

Ya Rabb, kenapa Engkau bermurah hati untuk menciptakan manusia…
Makhluk yang sangat congkak dan sombong dan tidak pernah menyadari eksistensiNya sebagai khalifah wakilMu di bumi ini..

Ya Rabb ..

Aku begitu malu dan hina di depanMu…
Ketika diriku dilahirkan disambut dengan kasih saying orang tua ku tetapi terkadang aku seakan lupa dengan kasih sayangMu kepada ku yang sangat besar melebihi kedua orangtuaku…
Aku telah berikrar kepadaMu sebelum merasakan kehidupan dunia…

“Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman) ‘Bukankah Aku ini Tuhanmu?’ mereka menjawab ‘betul’ (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi (kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan ‘sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (ke-Esa-an Tuhan)."

Tetapi ikrarku ini selalu kulupakan..
Dengan Penciptaku aku begitu angkuh dan ingkar…
Tetapi yang Kau lakukan adalah selalu memberikan diri ini nikmat yang terkadang aku tidak sadar untuk mensyukurinya…


Minggu, 19 September 2010

sebuah ungkapan....


Ketika sebuah fakta mulai berbicara ia akan  menyadarkanku bahwa sebenarnya apa yang kubanggakan selama ini, saat ini hanya menjadi sebuah euphoria semata. Kini, hal itu mungkin hanya menjadi sebuah pengharapan yang mungkin terlalu berlebihan. Terlalu banyak rupanya yang telah diberikan oleh mereka orang luar jika dibandingkan dengan kami. Kritikan demi kritikan kami dengarkan sepenuh hati dan mengganggap bahwa itu adalah bentukan kasih sayang mereka kepada kami tetapi saat kami butuh sebuah raihan tangan yang menguatkan kami dikala masalah melanda tangan itu tidak juga terulur untuk kami.  
Teriakan kami selama ini seakan-akan seperti hembusan angin yang cepat berlalu. Hanya dapat bertanya dalam hati apa kesalahan kami sehingga untuk menoleh saja seakan-akan begitu berat untuk sekedar melihat kami. Mungkin kami sudah tidak berharga tetapi kalian akan kami hormati dan sayangi sebagaimana mestinya tanpa sebuah alasan pun  karena kami takut ketika kami menghormati dan menyayangi kalian dengan alasan maka penghormatan dan kasih sayang itu akan hilang seiring dengan keberadaan kalian…

Fenomena Penyebab Kepadatan Penduduk Kota


     Berawal dari kemajuan sebuah kota dari berbagai aspek yang menyebabkan tersedianya lapangan kerja yang sangat terbuka lebar dan menjanjikan penghasilan yang lebih daripada masyarakat pedesaan, sehingga masyarakat dari desa berbondong-bondong pindah ke kota dengan harapan dapat memperbaiki perekonomian keluarga yang selalu pas-pasan. Orang-orang yang menciptakan arus urbanisasi rupanya tidak berpikir jauh kedepan dimana lapangan kerja yang tersedia di daerah perkotaan selalu didukung oleh alat-alat teknologi sehingga sebagian besar lapangan kerja membutuhkan tenaga ahli yang telah profesional sedangkan orang-orang dari desa ke kota kebanyakan memiliki skill yang berkaitan dengan pertanian dan rendah sehingga muncul banyak penggangguran dan kemiskinan pada daerah perkotaan. Perencanaan tata kota yang telah direncanakan menjadi teralih tata guna lahannya dimana muncul kepadatan penduduk yang menyebabkan lahan menjadi padat karena pertambahan penduduk tidak didukung dengan pertambahan lahan. Akibatnya muncul berbagai macam permukiman yang dibuat seadanya hanya untuk melindungi dari panas dan hujan, permukiman yang tidak beraturan dan kotor yang sebenarnya tidak layak ditinggali bermunculan dimana-mana.
     Seiring dengan pertambahan penduduk yang secara terus menerus sehingga keadaan fisik kota mengalami urban sprawl (pemekaran kota) dimana dengan pertambahan penduduk, maka masyarakat kota akan bertambah kebutuhannya akan lahan untuk memenuhi kebutuhan perumahan, sarana dan prasaran sosial yang lain. Hal ini yang terkadang menjadikan perencanaan kota menjadi gagal dimana pertambahan penduduk yang terjadi tidak dapat terduga dan diantisipasi oleh para perencana kota. Akibatnya berbagai dampak kesenjangan sosial terjadi dimana ketika pusat kota menjadi sangat padat maka kebutuhan akan udara segar akan semakin dibutuhkan sehingga keadaan ini dimanfaatkan oleh pihak swasta untuk membangun perumahan yang menjanjikan kenyamanan dan udara yang segar bagi masyarakat. Pembangunan perumahan yang sangat mewah pada daerah pinggiran kota secara tidak langsung memisahkan masyarakat pada dua kategori yaitu kaya dan miskin sehingga potensi untuk terciptanya kesenjangan sosial sangat memungkinkan untuk terjadi. Dengan bermunculan perumahan di daerah pinggiran kota yang sangat nyaman dan harga yang cenderung mahal maka penduduk kota yang memiliki perekonomian yang tinggi akan pindah ke daerah pinggiran sedangkan derah pusat kota tetap ditinggali oleh penduduk yang memiliki perekonomian yang rendah sehingga daerah pusat kota terkesan padat, tidak teratur dan kumuh. Mungkin hal ini dapat mengingatkan kita pada teori Konsentris oleh E.W Burgess yang membagi wilayah perkotaan kedalam zona-zona.
     Dengan terjadinya urban sprawl yang menyebabkan pembangunan wilayah perkotaan semakin meluas maka lahan pinggiran kota yang semulanya merupakan daerah pertanian untuk swasembada pangan semakin berkurang. Bahan-bahan sayuran yang segar untuk konsumsi masyarakat harus didatangkan dari daerah lain yang membutuhkan waktu perjalanan yang lama sehingga sayuran itu tidak segar lagi. Akibatnya sebagian besar bahan makanan di daerah perkotaan telah mengalami pengawetan yang menggunakan bahan kimia yang dapat berdampak berbagai macam penyakit bagi tubuh manusia. Hal ini mungkin menjadi salah satu faktor yang menyebabkan kebanyakan orang desa memiliki tubuh sehat daripada orang kota.

Rabu, 15 September 2010

Mahasiswa....

     Menjadi seorang mahasiswa apalagi di sebuah perguruan tinggi memiliki kebanggaan tersendiri. Kenikmatan ini seharusnya memberikan kita sebuah cerminan dan pengingat beban yang dipikul oleh seorang mahasiswa. Jika dibayangkan persaingan yang dilewati ketika ingin memasuki sebuah perguruan tinggi melalui jalur SPMB, mungkin ini penyaringan di negeri ini yang masih betul-betul murni penilaiannya walaupun untuk jalur masuk perguruan tinggi negeri bukan hanya dari SPMB. Bayangkan berapa orang yang telah kita singkirkan dalam penyeleksian SPMB yang kita ikuti dulu, hanya untuk mendapatkan satu kursi yang saat ini kita duduki di perguruan tinggi, dari sekitar 15000an yang mendaftar yang diterima hanya sekitar 4000an. ketika pengumuman SPMB keluar, kita kegirangan karena ada nama kita yang tercetak di koran yang menyatakan kita diterima, tetapi pernahkah kita berpikir berapa banyak mahasiswa yang telah kita singkirkan duduk di pojokan denga lesuh karena tidak mendapati namanya di koran pengumuman.

     SPMB kadang tidak pernah kita duga, secerdas-cerdasnya orang yang ikuti persaingan ini, tetapi mereka masih dapat dikalahkan oleh orang-orang yang lebih beruntung. Seharusnya kita dapat mensyukuri atas nikmatNya yang menjadikan kita sebagai orang-orang terpilih untuk lolos dari penyeleksian ini. Lantas apa yang telah dilakukan oleh kita untuk mempertanggungjawabkan predikat kita sebagai mahasiswa yang termasuk sebagai orang-orang terpilih ? 

    Dalam kondisi kehidupan kampus saat ini terdapat berbagai macam pendapat yang keluar ketika diperhadapkan tentang akademik dan organisasi. Kadang seseorang merasa bahwa ketika mengikuti organisasi maka ia akan membuang waktunya secara percuma untuk mengikuti hal-hal yang tidak berguna. Berbeda dengan apabila kita mengikuti akademik maka akan berguna untuk diri sendiri setidaknya untuk lulus dengan waktu tercepat dan nilai terbaik tetapi apakah memang suatu kenyataan mutlak bahwa dengan mengikuti organisasi maka kita akan rendah basis keilmuannya? Suatu paradigma yang sebenarnya telah mengakar pada sebagian besar mahasiswa saat ini. Pengganggapan bahwa orang yang aktif di organisasi tidak memberikan dampak baik yang signifikan bagi diri seorang mahasiswa.

     Seandainya kalau kita anak SMA mungkin orang-orang yang paling mengutamakan akademik akan dikatakan sebagai orang yang pintar dan cerdas. Tetapi sayangnya kecerdasan itu kontekstual bukan merupakan sesuatu yang dinilai dengan kecerdasan dari segi akademik saja, semua orang dengan kelebihannya masing-masing, hidup adalah pilihan yang telah ditentukan jalannya bagi setiap orang dengan berbagai perbedaan. Tidak dapat dipungkiri kalau akademik merupakan prioritas utama tapi otak juga butuh waktu untuk dilatih berpikir dan dilatih potensi pengembangan diri yang lain. Tetapi sebenarnya manusia selalu akan bergerak jika ada kepentingan untuk dirinya. Apa sebenarnya keuntungan organisasi untuk diri kita ?

     Setiap manusia akan selalu berjalan menuju sebuah kesempurnaan walaupun kesempurnaan itu mutlak hanya milikNya. Akademik dan organisasi seharusnya dapat di seimbangkan dan berjalan beriringan dalam diri seseorang, ibaratnya burung yang dapat terbang dengan kedua sayap, sayap kanan melambangkan akademik dan sayap kiri melambangkan organisasi.

     Dalam diri pribadi kita membutuhkan berbagai macam tindakan yang bertujuan untuk mengembangkan diri berupa pengembangan diri dari sisi kognitif sebagai aspek berpikir, afektif sebagai ranah nilai atau perilaku sikap serta psikomotorik sebagai aspek yang medukung ketrampilan. Mungkin untuk aspek kognitif kita bisa mendapatkannya dalam bangku kuliah tetapi untuk afektif dan psikomotorik belum tentu kita dapatkan secara sepenuhnya dalam bangku kuliah. Kita tidak akan mempelajari bagaimana caranya memanajemen orang banyak, memimpin sebuah perusahaan hanya dengan duduk diam sambil mendengarkan dosen menjelaskan tentang mata kuliah yang dibawakannya. Permainan politik tidak dapat dipelajari hanya dengan mengejar akademik semata, mungkin untuk mahasiswa yang kuliah di fakultas sosial dan politik dapat mempelajari teorinya tetapi untuk fakultas lain ? sedangkan saat ini, Tidak dapat dipungkiri bahwa segala profesi yang ada, tidak ada yang tidak terjangkau oleh politik, bahkan seorang penarik becak sekalipun dapat terkontaminasi dan terhegemoni secara perlahan-lahan tetapi pasti oleh permainan politik kaum tertentu.

     Mungkin ini baru menggambarkan sebagian kecil yang didapatkan dengan organisasi. Kita kembali pada fungsi yang diamanahkan kepada mahasiswa yang semuanya berorientasi kepada rakyat. Lantas ketika hari ini apakah pernah terlintas di benakmu untuk apa ilmu mu ? apa gunanya untuk masyarakat ? kalau tidak pernah ada dipikiranmu sebagai mahasiswa, hanya berpikir bagaimana dapat mencari penghidupan yang layak nanti setelah engkau menyelesaikan studymu, dengan memperoleh titel sarjanamu, lebih baik kamu pulang tidur dan banggakan predikat mahasiswamu yang sering dikatakan sebagai kaum terpelajar tetapi sayangnya hanya dapat diam dan menjadi pengecut.

     Secara filosofi menurut ali syariati, fungsi mahasiswa sebagai penyampai kebenaran dan perantara bagi kaum tertindas, jika pergerakan mahasiswa selalu identik dengan aksi turun di jalan dan itu yang selalu engkau risaukan, tidak selamanya pergerakan mahasiswa harus dengan turun aksi kejalan tetapi dengan menyumbangkan pemikiranmu melalui karya-karyamu untuk membangun negeri ini sudah lebih dari cukup. Kita merupakan bagian dari rakyat, berbagai macam kebijakan pemerintahan selalu berdampak pada kita tetapi akankah kita akan membuat reinkarnasi yang sama dengan para penguasa negeri ini yang kebanyakan mementingkan diri sendiri... ??

Sosoknya Bagiku....

     Ia begitu sabar menghadapi kenakalan kami anak-anaknya. Sosok yang tidak banyak berbicara tetapi jelas disorot matanya terlihat sinar kasih sayang yang sangat mendalam. Sosok yang paling berwibawa dan ku kagumi sejak kecil. Kala timbul kenakalanku, ia hanya akan menghalangiku untuk melakukannya, kadang ku pikir ia adalah sosok yang menjengkelkan walaupun demikian ia tidak pernah takut citranya dimata anaknya jatuh karena memang bukan itu yang ia inginkan. Yang dia inginkan hanyalah kebaikan, kenyamanan bagi anaknya, ia hanya ingin selalu menjadi orang yang melindungi dan menciptakan rasa aman bagi anaknya.

     Ia tidak peduli kerja sampai larut malam, berbagai penyakit yang datang menyerang dirinya yang semakin tua tetapi yang ada dibenaknya hanyalah anak-anaknya untuk mendapatkan pendidikan yang layak, menjadi orang yang berguna. Beliau pernah berkata tidak ada harta yang bisa beliau tinggalkan nanti jadi selagi ia masih sanggup carilah ilmu sebanyak-banyaknya karena itu yang akan dibawa sampai ajal menjemput. Pesan yang kuanggap remeh waktu kecil tetapi skarang begitu bermakna.

     Ia akan berdiri depan pintu ketika anaknya belum pulang, ia akan menanti dengan cemas tanpa memperlihatkan rasa khawatir yang ada di hatinya. Kala tugas kuliah anaknya menumpuk dan harus tidak tidur satu malam untuk mengerjakannya ia akan setia duduk disamping menemani tanpa satu katapun yang keluar dari mulutnya karena takut mengganggu konsentrasi anaknya.

     Ia hanya tersenyum dan diam tanpa berkata sepatah katapun ketika melihat keberhasilan anaknya, tidak ada yang ia minta kala itu hanya sebuah senyuman keikhlasan dengan melihat tawa anaknya dan terpanjatkan sebuah doa dari dalam hatinya dengan tulus kepada Allah untuk keselamatan anaknya.
Sosok yang slalu hadir dalam benakku dan kurindukan, sosok yang tidak pernah mau membebani pikiran anaknya, sosok yang sempurna bagiku, sosok yang memberikanku kasih sayang dari lahir hingga detik ini.

i miss you, papa….

Senin, 13 September 2010

Negeriku saat ini...

Maluku, merupakan daerah kepulauan yang kaya dengan potensi alam yang sangat berlimpah. Kekayaan laut dan hasil hutan yang tidak terkira. Daerah bekas penjajahan daerah portugis ini merupakan penghasil rempah-rempah pada waktu zaman penjajahan. Begitu berharganya kepulauan ini sehingga kaum penjajah datang berlomba-lomba untuk mengeruk kekayaan hasil alamnya. Hal ini membangkitkan semangat dari putera daerah untuk bersatu dengan tujuan untuk membebaskan negeri ini dari sebuah bentuk penjajahan belanda yang jelas terjadi. Berbagai macam upaya dilakukan dengan mengorbankan harta dan nyawa hanya untuk pengakuan dan kebebasan pulau ini. Tetapi setelah merdeka dan negeri ini ditinggalkan oleh kaum penjajah, masyarakat pun sebenarnya belum sebenarnnya terbebas dari bentuk penindasan. Maluku yang sampai saat ini masih terkenal dengan kekayaan alamnya hanya dijadikan sebagai gudang penghasil rempah-rempah. Masyarakat saat ini belum sepenuhnya merdeka, mereka terhegemoni dengan berbagai macam argumen penguasa-penguasa yang menindas secara diam-diam walaupun masyarakat tidak merasakannya secara nyata. Ketika penindasan ini mulai mereka rasakan, mereka hanya mampu untuk duduk terdiam dengan ketakutan menyuarakan suara hati mereka karena uang yang berkuasa. Orang yang dapat bertahan dan didengar argumen hanyalah merupakan argumen dari kaum penguasa yang memiliki uang dan rakyat hanya dapat melihat arus perpolitikan yang dimainkan dan semakin tidak jelas arahnya karena berbagai macam kepentingan yang bermain. Entah kapan hal ini akan berakhir. Berbagai macam kasus yang terjadi tetapi seakan-akan hukum dibangsa ini tidak mampu untuk menyentuhnya karena mereka yang terlibat memiliki status yang tinggi.
Apa yang sebenarnya terjadi ??
Ketika kecil, ada ikatan pela gandong yang sangat dibanggakan negeri ini tetapi lambat laun adat ini sudah mulai tergeser pemahamannya, adat yang dulunya begitu dibanggakan dan dihormati, adat yang mencerminkan persaudaraan suku-suku dinegeri ini. Tetapi saat ini, itu mungkin hanya menjadi simbol euforia sesaat anak negerimu, kini kaum tertentu mulai berkuasa yang dipertimbangkan bukan merupakan kesejahteraan rakyat tetapi saling mengklaim suku yang satu dengan suku yang lain. Ibaratnya Hukum rimba yang berlaku, siapa yang kuat dia yang menang.
hmm, daerah kepulauan ini yang kaya dengan beraneka macam budaya dari satu daerah dan daerah yang lain sempat terpecahkan ketika anak negerimu saling bertikai tahun 1999, negeri ini menjadi lumpuh karena pertikaian antar agama yang meluluh lantakkan negeriku, terbangun benteng amarah yang sangat besar antar golongan tetapi semuanya itu runtuh sejalan dengan waktu yang berputar, benteng amarah itu runtuh dengan kesadaran dari anak negerimu akan ikatan persaudaraan pela gandong yang telah dibangun sejak zaman nenek moyang. Tetapi kenapa hal ini tidak juga membangkitkan semangat dari kaum penguasa untuk berjuang dalam mensejahterakan negeri ini. Membangkitkan dan membuat sesuatu yang beda, mengoptimalkan pemanfaatan hasil alam yang kita miliki untuk mencerdaskan anak negeri yang dibekali dengan idealisme dan moral yang berorientasi hanya untuk kesejahteraan rakyat.
Anak-anak kecil yang seharusnya mendapatkan pendidikan dengan fasilitas yang layak belum juga terealisasikan sedangkan standar kelulusan yang diterapkan bangsa ini tidak juga ada pengecualian bagi daerah ini. Penyamarataan standar kelulusan dengan daerah-daerah lain yang maju dengan fasilitas pendidikan yang serba lengkap semakin menambah rasa ketidakadilan yang diterapkan. Tidak heran ketika pengumuman kelulusan diumumkan, ada 1 sekolah yang seluruh siswanya tidak lulus. Kurikulum memang diterapkan sama seluruhnya tetapi apakah fasilitas buku-buku yang diterapkan telah sama dengan sekolah dari daerah-daerah yang telah mengalami kemajuan ?
Bukan mau meremehkan kemampuan anak-anak dari negeriku, semangat mereka untuk mendapatkan pendidikan sudah tidak dapat diragukan, jalan dengan jarak berkilo-kilometer tidak pernah melunturkan semangat mereka, berjalan kaki dari subuh sampai matahari terbit tidak pernah melahirkan keluh kesah di hati mereka, tetapi sekali lagi langkah dan semangat mereka harus terhenti ketika kemampuan perekonomian tidak mampu mengikuti keinginan mereka untuk menjadi orang cerdas dan melanjutkan sekolah mereka ke jenjang yang lebih tinggi. anak-anak yang terlahir sebagai putera daerah di negeri yang kaya ini serasa sebagai orang-orang yang menumpang dan tidak dapat mencicipi hasil alam negerinya yang begitu berlimpah, keinginan untuk menjadi cerdas dan tulus untuk membangun negeri ini hanya dapat menjadi menjadi angan-angan belaka, hanya 1 dari sekian banyak anak yang dapat mencapai mimpi itu. Ketika mereka sudah dewasa, mereka hanya dapat menjadi pengawal dari orang-orang tertentu, cukup ironi ketika melihat putera daerah yang ditindas dinegerinya sendiri dalam diam mereka hanya dapat menatap negeri ini yang semakin tertindas walaupun tidak secara terang-terangan seperti zaman penjajahan tetapi penindasan ini sebenarnya tidak berbeda jauh. Hal ini telah menjadi semacam lingkaran setan yang cukup sulit untuk dirubah.
Negeriku yang damai, negeri yang kurindukan dan kubanggakan hanya dapat diam membisu melihat penindasan akan putera puteri daerahmu yang belum juga kunjung selesai, entah kapan hal ini akan selesai…

Rabu, 08 September 2010

KHADIJAH BINTI KHUWAILID radhiallâhu 'anha (Sang kekasih yang selalu dikenang jasanya)


Beliau adalah seorang sayyidah wanita sedunia pada zamannya. Dia adalah putri dari Khuwailid bin Asad bin Abdul Uzza bin Qushai bin Kilab al-Qurasyiyah al-Asadiyah. Dijuluki ath-Thahirah yakni yang bersih dan suci. Sayyidah Quraisy ini dilahirkan di rumah yang mulia dan terhormat kira-kira 15 tahun sebelum tahun fill (tahun gajah). Beliau tumbuh dalam lingkungan keluarga yang mulia dan pada gilirannya beliau menjadi seorang wanita yang cerdas dan agung. Beliau dikenal sebagai seorang yang teguh dan cerdik dan memiliki perangai yang luhur. Karena  itulah banyak laki-laki dari kaumnya menaruh simpati kepadanya.
Pada mulanya beliau dinikahi oleh Abu Halah bin Zurarah at-Tamimi yang membuahkan dua orang anak yang bernama Halah dan Hindun.Tatkala Abu Halah wafat, beliau dinikahi oleh Atiq bin 'A'id bin Abdullah al-Makhzumi hingga beberapa waktu lamanya namun akhirnya mereka cerai.
Setelah itu banyak dari para pemuka-pemuka Quraisy yang menginginkan beliau tetapi beliau memprioritaskan perhatiannya dalam mendidik putra-putrinya, juga sibuk mengurusi perniagaan yang mana beliau menjadi seorang yang  kaya raya. Suatu ketika, beliau mencari orang yang dapat menjual dagangannya, maka tatkala beliau mendengar tentang Muhammad sebelum bi'tsah (diangkat menjadi Nabi), yang memiliki sifat jujur, amanah dan berakhlak mulia, maka beliau meminta kepada Muhammad untuk menjualkan dagangannya bersama seorang pembantunya yang bernama Maisarah. Beliau memberikan barang dagangan kepada Muhammad melebihi dari apa yang dibawa oleh selainnya. Muhammad al-Amin pun menyetujuinya dan berangkatlah beliau bersama Maisarah dan Allah menjadikan perdagangannya tersebut menghasilkan laba yang banyak. Khadijah merasa gembira dengan hasil yang banyak tersebut karena usaha dari Muhammad, akan tetapi ketakjubannya terhadap kepribadian Muhammad lebih besar dan lebih mendalam dari semua itu. Maka mulailah muncul perasaan-perasaan aneh yang berbaur dibenaknya, yang belum pernah beliau rasakan sebelumnya. Pemuda ini tidak sebagamana kebanyakan laki-laki lain dan perasaan-perasaan yang lain.
Akan tetapi dia merasa pesimis; mungkinkah pemuda tersebut mau menikahinya, mengingat umurnya sudah mencapai 40 tahun? Apa nanti kata orang karena ia telah menutup pintu bagi para pemuka Quraisy yang melamarnya?
Maka disaat dia bingung dan gelisah karena problem yang menggelayuti pikirannya, tiba-tiba muncullah seorang temannya yang bernama Nafisah binti Munabbih, selanjutnya dia ikut duduk dan berdialog hingga kecerdikan Nafisah mampu menyibak rahasia yang disembuyikan oleh Khodijah tentang problem yang dihadapi dalam kehidupannya. Nafisah membesarkan hati Khadijah dan menenangkan perasaannya dengan mengatakan bahwa Khadijah adalah seorang wanita yang memiliki martabat, keturunan orang terhormat, memiliki harta dan berparas cantik.Terbukti dengan banyaknya para pemuka Quraisy yang melamarnya.
Selanjutnya, tatkala Nafisah keluar dari rumah Khadijah, dia langsung menemui Muhammad al-Amin hingga terjadilah dialog yang menunjukan kelihaian dan kecerdikannya:
Nafisah         : Apakah yang menghalangimu untuk menikah wahai Muhammad?
Muhammad  :  Aku tidak memiliki apa-apa untuk menikah .
Nafisah        : (Dengan tersenyum berkata) Jika aku pilihkan untukmu seorang wanita yang kaya      raya, cantik dan berkecukupan, maka apakah kamu mau menerimanya?
Muhammad  : Siapa dia ?
Nafisah         : (Dengan cepat dia menjawab) Dia adalah Khadijah binti Khuwailid
Muhammad  : Jika dia setuju maka akupun setuju.
Nafisah pergi menemui Khadijah untuk menyampaikan kabar gembira tersebut, sedangkan Muhammad al-Amin memberitahukan kepada paman-paman beliau tentang keinginannya untuk menikahi sayyidah Khadijah. Kemudian berangkatlah Abu Tholib, Hamzah dan yang lain menemui paman Khadijah yang bernama Amru bin Asad untuk melamar Khadijah bagi putra saudaranya, dan selanjutnya menyerahkan mahar.
Setelah usai akad nikah, disembelihlah beberapa ekor hewan kemudian dibagikan kepada orang-orang fakir. Khadijah membuka pintu bagi keluarga dan handai taulan dan diantara mereka terdapat Halimah as-Sa'diyah yang datang untuk menyaksikan pernikahan anak susuannya. Setelah itu dia kembali ke kampungnya dengan membawa 40 ekor kambing sebagai hadiah perkawinan yang mulia dari Khadijah, karena dahulu dia telah menyusui Muhammad yang sekarang menjadi suami tercinta.
Maka jadilah Sayyidah Quraisy sebagai istri dari Muhammad al-Amin dan jadilah dirinya sebagai contoh yang paling utama dan paling baik dalam hal mencintai suami dan mengutamakan kepentingan suami dari pada kepentingan sendiri. Manakala Muhammad mengharapkan Zaid bin Haritsah, maka dihadiahkanlah oleh Khadijah kepada Muhammad. Demikian juga tatkala Muhammad ingin mengembil salah seorang dari putra pamannya, Abu Tholib, maka Khadijah menyediakan suatu ruangan bagi Ali bin Abi Tholib radhiallâhu 'anhu agar dia dapat mencontoh akhlak suaminya,  Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam .
Allah memberikan karunia pada rumah tangga tersebut berupa kebehagaian dan nikmat yang berlimpah, dan mengkaruniakan pada keduanya putra-putri yang bernama al-Qasim, Abdullah, Zainab, Ruqqayah, Ummi Kalsum dan Fatimah.
Kemudian Allah Ta'ala menjadikan Muhammad al-Amin ash-Shiddiq menyukai Khalwat (menyendiri), bahkan tiada suatu aktifitas yang lebih ia sukai dari pada menyendiri. Beliau menggunakan waktunya untuk beribadah kepada Allah di Gua Hira' sebulan penuh pada setiap tahunnya. Beliau tinggal didalamnya beberapa malam dengan bekal yang sedikit jauh dari perbuatan sia-sia yang dilakukan oleh orang-orang Makkah yakni menyembah berhala dan lain –lain.
Sayyidah ath-Thahirah tidak merasa tertekan dengan tindakan Muhammad yang terkadang harus berpisah jauh darinya, tidak pula beliau mengusir kegalauannya dengan banyak pertanyaan maupun mengobrol yang tidak berguna, bahkan beliau mencurahkan segala kemampuannya untuk membantu suaminya dengan cara menjaga dan menyelesaikan tugas yang harus dia kerjakan dirumah. Apabila dia melihat Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam pergi ke gua, kedua matanya senantiasa mengikuti suaminya terkasih dari jauh. Bahkan dia juga menyuruh orang-orang untuk menjaga beliau tanpa mengganggu suaminya yang sedang menyendiri.
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam tinggal di dalam gua tersebut hingga batas waktu yang Allah kehendaki, kemudian datanglah Jibril dengan membawa kemuliaan dari Allah sedangkan beliau di dalam gua Hira' pada bulan Ramadhan. Jibril datang dengan membawa wahyu.Selanjutnya beliay Nabi Saw keluar dari gua menuju rumah beliau dalam kegelapan fajar dalam keadaaan takut, khawatir dan menggigil seraya berkata: "Selimutilah aku ….selimutilah aku …".
Setelah Khadijah meminta keterangan perihal peristiwa yang menimpa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam, beliau menjawab:"Wahai Khadijah sesungguhnya aku khawatir terhadap diriku". Maka Istri yang dicintainya dan yang cerdas itu menghiburnya dengan percaya diri dan penuh keyakinan berkata: "Allah akan menjaga kita wahai Abu Qasim, bergembiralah wahai putra pamanku dan teguhkanlah hatimu. Demi yang jiwaku ada ditangan-Nya, sugguh aku berharap agar anda menjadi Nabi bagi umat ini. Demi Allah, Dia tidak akan menghinakanmu selamanya, sesungguhnya anda telah menyambung silaturahmi, memikul beban orang yang memerlukan, memuliakan tamu dan menolong para pelaku kebenaran.
Maka menjadi tentramlah hati Nabi berkat dukungan ini dan kembalilah ketenangan beliau karena pembenaran dari istrinya dan keimanannya terhadap apa yang beliau bawa. Namun hal itu belum cukup bagi seorang istri yang cerdas dan bijaksana, bahkan beliau dengan segera pergi menemui putra pamannya yang bernama waraqah bin Naufal, kemudian beliau ceritakan perihal yang terjadi pada Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam . Maka tiada ucapan yang keluar dari mulutnya selain perkataan: "Qudus….Qudus…..Demi yang jiwa Waraqah ada ditangan-Nya, jika apa yang engkau ceritakan kepadaku benar,maka sungguh telah datang kepadanya Namus Al-Kubra sebagaimana yang telah datang kepada Musa dan Isa, dan Nuh alaihi sallam secara langsung.Tatkala melihat kedatangan Nabi, sekonyong-konyong Waraqah berkata: "Demi yang jiwaku ada ditangan-Nya, Sesungguhnya engkau adalah seorang Nabi bagi umat ini, pastilah mereka akan mendustakan dirimu, menyakiti dirimu, mengusir dirimu dan akan memerangimu. Seandainya aku masih menemui hari itu sungguh aku akan menolong dien Allah ". Kemudian ia mendekat kepada Nabi dan mencium ubun-ubunnya. Maka Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: " Apakah mereka akan mengusirku?". Waraqah menjawab: "Betul, tiada seorang pun yang membawa sebagaimana yang engkau bawa melainkan pasti ada yang menentangnya. Kalau saja aku masih mendapatkan masa itu …kalau saja aku masih hidup…". Tidak beberapa lama kemudian Waraqah wafat.
Menjadi tenanglah jiwa Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam tatkala mendengar penuturan Waraqah, dan beliau mengetahui bahwa akan ada kendala-kendala di saat  permulaan berdakwah, banyak rintangan dan beban. Beliau juga menyadari bahwa itu adalah sunnatullah bagi para Nabi dan orang-orang yang mendakwahkan dien Allah. Maka beliau menapaki jalan dakwah dengan ikhlas semata-mata karena Allah  Rabbul Alamin, dan beliau mendapatkan banyak gangguan dan intimidasi.
Adapun Khadijah adalah seorang yang pertama kali beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan yang pertama kali masuk Islam. Beliau adalah seorang istri Nabi yang mencintai suaminya dan juga beriman, berdiri mendampingi Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam yang dicintainya untuk menolong, menguatkan dan membantunya serta menolong beliau dalam menghadapi kerasnya gangguan dan ancaman sehingga dengan hal itulah Allah meringankan beban Nabi-Nya.Tidaklah beliau mendapatkan sesuatu yang tidak disukai, baik penolakan maupun pendustaan yang menyedihkan beliau Shallallahu 'alaihi wasallam kecuali Allah melapangkannya melalui istrinya bila beliau kembali ke rumahnya. Beliau (Khadijah) meneguhkan pendiriannya, menghiburnya, membenarkannya dan mengingatkan tidak berartinya celaan manusia pada beliau Shallallahu 'alaihi wasallam. Dan ayat-ayat Al-Qur'an juga mengikuti (meneguhkan Rasulullah), Firman-Nya:
"Hai orang-orang yang berkemul (berselimut), bangunlah, lalu berilah peringatan! Dan Rabb-Mu agungkanlah, dan pakaianmu bersihkanlah, dan perbuatan dosa tinggalkanlah, dan janganlah kamu memberi (dengan maksud) memperoleh (belasan) yang lebih banyak. Dan untuk (memenuhi perintah) Rabb-Mu, bersabarlah!"(Al-Muddatstsir:1-7).
Sehingga sejak saat itu Rasulullah yang mulia memulai lembaran hidup baru yang penuh barakah dan bersusah payah. Beliau katakan kepada sang istri yang beriman bahwa masa untuk tidur dan bersenang-senang sudah habis. Khadijah radhiallâhu 'anha turut mendakwahkan Islam disamping suaminya -semoga shalawat dan salam terlimpahkan kepada beliau. Diantara buah yang pertama adalah Islamnya Zaid bin Haritsah dan juga keempat putrinya semoga Allah meridhai mereka seluruhnya.
Mulailah ujian  yang keras menimpa kaum muslimin dengan berbagai macam bentuknya,akan tetapi Khadijah berdiri kokoh bak sebuah gunung yang tegar kokoh dan kuat. Beliau wujudkan Firman Allah Ta'ala:
"Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: 'Kami telah beriman' , sedangkan mereka tidak diuji lagi?" . (Al-'Ankabut:1-2).
Allah memilih kedua putranya yang  pertama Abdullah dan al-Qasim untuk menghadap Allah tatkala  keduanya masih kanak-kanak, sedangkan Khadijah tetap bersabar. Beliau juga melihat dengan mata kepalanya bagaimana syahidah pertama dalam Islam yang bernama Sumayyah tatkala menghadapi sakaratul maut karena siksaan para thaghut hingga jiwanya menghadap sang pencipta dengan penuh kemuliaan.
Beliau juga harus berpisah dengan putri dan buah hatinya yang bernama Ruqayyah istri dari Utsman bin Affan radhiallâhu 'anhu karena putrinya hijrah ke negeri Habsyah untuk menyelamatkan diennya dari gangguan orang-orang musyrik. Beliau saksikan dari waktu ke waktu yang penuh dengan kejadian besar dan permusuhan. Akan tetapi tidak ada kata putus asa bagi seorang Mujahidah. Beliau laksanakan setiap saat apa yang difirmankan Allah Ta'ala :
"Kamu sungguh-sungguh akan duji terhadap hartamu dan dirimu. Dan (juga) kamu sungguh-sungguh akan mendengar dari orang-orang yang diberikan kitab sebelum kamu dan dari orang-orang yang mempersekutukan Allah, ganguan yang banyak yang menyakitkan hati. Jika kamu bersabar dan bertakwa, maka sesungguhnya  yang demikian itu termasuk urusan yang di utamakan ". (Ali Imran:186).
Sebelumnya, beliau juga telah menyaksikan seluruh kejadian yang menimpa suaminya al-Amin ash-Shiddiq yang mana beliau berdakwah di jalan Allah, namun beliau menghadapi segala musibah dengan kesabaran. Semakin bertambah berat ujian semakin bertambahlah kesabaran dan kekuatannya. Beliau campakkan seluruh bujukan kesanangan dunia yang menipu yang hendak ditawarkan dengan aqidahnya. Dan pada saat-saat itu beliau bersumpah dengan sumpah yang menunjukkan keteguhan dalam memantapkan kebenaran yang belum pernah dikenal orang sebelumnya dan tidak bergeming dari prinsipnya walau selangkah semut. Beliau bersabda: "Demi Allah wahai paman! seandainya mereka mampu meletakkan matahari di tangan kananku dan bulan di tangan kiriku agar aku meninggalkan urusan dakwah ini, maka sekali-kali aku tidak akan meninggalkannya hingga Allah memenangkannya atau aku yang binasa karenannya".
 Begitulah Sayyidah mujahidah  tersebut telah mengambil suaminya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam sebagai contoh yang paling agung dan tanda yang paling nyata tentang keteguhan diatas iman. Oleh karena itu, kita mendapatkan  tatkala orang-orang Quraisy mengumumkan pemboikotan mereka terhadap kaum muslimin untuk menekan dalam bidang politik, ekonomi dan kemasyarakatan dan mereka tulis naskah pemboikotan tersebut kemudian mereka tempel pada dinding ka'bah; Khadijah tidak ragu untuk bergabung dengan kaum muslimin bersama kaum Abu Thalib dan beliau tinggalkan kampung  halamannya untuk menempa kesabaran selama tiga tahun bersama Rasul dan orang-orang yang menyertai beliau menghadapi beratnya pemboikotan yang penuh dengan kesusahan dan menghadapi kesewenang-wenangan para penyembah berhala. Hingga berakhirlah pemboikotan yang telah beliau hadapi dengan iman, tulus dan tekad baja tak kenal lelah. Sungguh Sayyidah Khadijah telah mencurahkan segala kemampuannya untuk menghadapi ujian tersebut di usia 65 tahun. Selang enam bulan setelah berakhirnya pemboikotan itu wafatlah Abu Thalib, kemudian menyusul seorang mujahidah yang sabar -semoga Allah meridhai beliau- tiga tahun  sebelum hijrah.
Dengan wafatnya Khadijah maka meningkatlah musibah yang Rasul hadapi. Karena bagi Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam, Khadijah adalah  teman yang tulus dalam memperjuangkan Islam.
Begitulah Nafsul Muthmainnah telah pergi menghadap Rabbnya setelah sampai pada waktu yang telah ditetapkan, setelah beliau berhasil menjadi teladan terbaik dan paling tulus dalam berdakwah di jalan Allah dan berjihad dijalan-Nya. Dalalm hubungannya, beliau menjadi seorang istri yang bijaksana, maka beliau mampu meletakkan urusan sesuai dengan tempatnya dan mencurahkan segala kemamapuan untuk mendatangkan keridhaan Allah dan Rasul-Nya. Karena itulah beliau berhak mendapat salam dari Rabb-nya dan mendapat kabar gembira dengan rumah di surga yang terbuat dari emas, tidak ada kesusahan didalamnya dan tidak ada pula keributan didalamnya. Karena itu pula Rasulullah bersabda: "Sebaik-baik wanita adalah Maryam binti Imran, sebaik-baik wanita adalah Khadijah binti Khuwailid".
Ya Allah ridhailah  Khadijah binti Khuwailid, As-Sayyidah Ath-Thahirah. Seorang istri yang setia dan tulus, mukminah mujahidah di jalan diennya dengan seluruh apa yang dimilikinya dari perbendaharaan dunia. Semoga Allah memberikan balasan yang paling baik karena jasa-jasanya terhadap Islam dan kaum muslimin.